MENU
teknovaganza.id
Startup
3 Tantangan Menjadi Solo Founder Startup

3 Tantangan Menjadi Solo Founder Startup

  545

Menjadi solo founder mungkin adalah pengalaman kebanyakan dari pemain startup di awal pertumbuhan mereka. Ide – ide menantang seakan tak berhenti berdatangan. Sayangnya, belum ada tempat yang nyaman (red: co-founder) untuk berbagi lebih dalam mengenai rencana bisnis tersebut. Di sisi lain, memilih co-founder pun tidak semudah membalikan telapak tangan. Dibutuhkan waktu yang cukup panjang bahkan untuk sekedar bertemu, mengenal, membangun hubungan yang baik agar dapat memiliki visi yang sama dalam berbisnis. 

Keadaan seperti ini tentu saja sangat menantang para founder untuk tetap stabil dalam menangani startup-nya sendiri. Solo founder pun seolah dituntut untuk tetap kuat mempertahankan kekokohan startup mereka. Meskipun begitu, tatangan tetap saja datang secara bergantian. Lantas apa saja tantangan terkait dan cara mengatasinya? Dilansir dari Forbes, Ajay Yadav – founder dari Roomi – mencoba berbagi pengalamannya. Berikut hal yang ia lakukan dalam mempertahankan startup sebagai solo founder.

Ketika beban kerja terasa semakin besar, bangun tim eksekutif yang kuat
Beban kerja semakin besar, namun tidak ada seorang pun yang membantu Anda dalam memutuskan suatu hal ataupun mengatasi masalah. Untuk itu, Anda butuh tim eksekutif yang kuat. Anda dapat menjanjikan pada mereka peran yang berpengaruh dalam startup yang Anda bangun. Berikan mereka tempat pada startup Anda dan biarkan pendapat mereka berkembang. Secara tidak langsung, Anda memiliki co – founder sebuah tim yang hebat. 

Anda butuh rekan dalam suka maupun duka, pekerjakan mereka yang tulus dan siap dengan semua resiko
Kembali lagi pada keadaan dimana Anda tidak memiliki rekan bisnis dalam membangun satrtup. Tim eksekutif merupakan pilihan yang tepat dalam situasi ini. Namun, ada beberapa hal pula yang harus Anda pastikan sebelum mempekerjakan tim Anda. Pastikan bahwa mereka memiliki passion yang kuat dalam hal ini. Tidak hanya itu, pengalaman dalam pengembangan startup juga sangat dibutuhkan. Dan yang terakhir, yang satu ini cukup krusial. Pilih mereka yang memiliki kemampuan untuk bekerja tanpa mendapatkan penghasilan terlebih dahulu. Hal ini memang cukup rumit, tapi itulah kenyataannya. 

Seluruh keputusan ada di tangan Anda, pastikan yang terbaik
Saat Anda dihadapkan dengan situasi dimana mengambil keputusan akan terasa cukup berat, Anda hanya memiliki 2 pilihan penyelesaian saja. Pertama, minta pendapat orang yang lebih berpengalaman. Kedua, semua kembali pada diri Anda. Meminta pendapat akan membuka pemikiran Anda dalam memutuskan suatu hal. Dan hanya akan Anda yang memutuskan. Sedangkan, jika Anda ditempatkan pada situasi dengan co-founder, Anda akan membutuhkan banyak waktu untuk berbagi pendapat bahkan berdebat. Hasil akhirnya justru tidak mencapai apapun. Untuk itu, semua keputusan memang kembali lagi kepada Anda. 

Tiga tantangan diatas memang tidak selalu dirasakan oleh para solo founder. Hanya saja, kemungkinan – kemungkinan serupa berkesempatan hadir dalam pengalaman Anda mengembangkan startup. Untuk itu, usahakan agar diri Anda tetap stabil dalam keadaan apapun. Hal tersebut juga akan membantu Anda menyukseskan startup meskipun tanpa sang co – founder. Percaya diri dan lakukan yang terbaik jadi kunci utama agar startup yang sukses dapat diraih. (SNR)

komentar
tentang kami
Teknovaganza.id merupakan media online yang menyajikan informasi terbaru dan terkini seputar dunia teknologi dalam negeri maupun mancanegara. Penyampaian yang ringan dengan konten yang berisi menjadikan Teknovaganza.id pilihan pembaca yang paling diminati.
hubungi kami
Alamat : Jl. Kalibaru Timur I No.27 Kalibaru, Cilincing, Jakut
Email : redaksi@teknovaganza.id
Telepon : 021- 440 7211
mitra kami
COPYRIGHT © 2016 - Teknovaganza.id