MENU
teknovaganza.id
Startup
5 Kesalahan Pemasaran Yang Paling Sering Dilakukan Startup

5 Kesalahan Pemasaran Yang Paling Sering Dilakukan Startup

  403

Perusahaan digital Anda telah semakin berkembang. Beragam teknik pemasaran pun telah dilakukan demi mencapai target penjualan ataupun penyewaan layanan. Meskipun begitu, jangan terlalu berbangga hati dulu terkait prestasi yang Anda raih saat ini. Kesalah kecil saja dalam bidang pemasaran dapat mempengaruhi perkembangan startup Anda. Agar Anda dapat lebih berhati – hati, berikut rangkuman 5 kesalahan pemasaran yang paling sering dilakukan oleh perusahaan digital dilansir melalui onemorepress.com:

Menempatkan diri dalam bisnis sebagai pemilik bukan pelanggan

Yang satu ini merupakan kesalahan yang cukup sering dilakukan oleh para pemilik perusahaan digital. Saat akan merilis suatu produk, pihaknya seringkali tidak menempatkan diri sebagai calon pembeli. Alhasil, pemilik startup tidak akan pernah mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan atau dibutuhkan oleh calon pembeli. Saran: lakukan terlebih dahulu penelitian terkait agar calon pembeli Anda merasa tepat untuk membeli barang atau menyewa jasa yang startup Anda tawarkan.

Meremehkan kekuatan pemasaran melalui SEO

SEO sangat penting bagi perkembangan startup. SEO dapat membantu startup Anda untuk menjadi yang teratas. Untuk itu, penyewaan jasa SEO sangatlah penting untuk membantu startup Anda semakin dikenal oleh calon pembeli. 

Kurang memperhatikan kenyamanan pegawai sendiri

Yang satu ini juga menjadi salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh pemilik perusahaan digital. Logikanya, jika pegawai Anda sendiri tidak merasa nyaman bekerja pada perusahaan Anda, jangan pernah berharap jika pelanggan Anda juga akan merasa puas dengan layanan yang diberikan. Pastikan bahwa fokus utama Anda adalah “menyenangkan hati pegawai”. Dengan begitu, mereka pun akan dengan senang hati melayani pelanggan Anda. 

Frekuensi email pemasaran atau postingan media social tidak benar

Tepat sekali, begitu banyak startup yang tidak peduli dengan yang satu ini. Beberapa startup bertubi – tubi memenuhi timeline Instagram mereka dengan postingan yang bahkan tidak menarik minat pelanggan. Sebaliknya, Anda tidak terlalu peduli apakah frekuensi postingan di Instagram sudah cukup untuk memperkenalkan layanan Anda pada calon pembeli. Saran: Lakukan beragam uji coba, mulai dari frekuensi postingan yang terlalu sering, standar, atau bahkan jarang untuk mengetahui seberapa tertarik calon pembeli pada startup Anda. 

Terlalu banyak rencana tanpa wujud nyata

Melakukan meeting berkali – kali dengan para pegawai untuk menata tampilan aplikasi atau situs startup Anda? Sayangnya, itu semua hanya sekedar meeting belaka tanpa pernah percaya diri untuk menampilkannya pada publik? Mungkin Anda harus kecewa karena tampilan bagus saja tidak cukup untuk menarik minat publik pada layanan atau produk yang startup Anda tawarkan. Anda harus memutuskan kapan semuanya bisa dengan cepat dinikmati atau dimanfaatkan oleh calon pembeli. Jika dalam tahap ini saja Anda terlalu lama berfikir, wajar jika dua hari kedepan startup bidang serupa telah lebih dulu merilis produk atau layanannya. 

Cukup jelas? Apakah Anda pernah belajar dari salah satu kesalahan pemasaran diatas? Jika iya, bergeraklah secepat mungkin demi perkembangan startup Anda kedepannya. Semoga bermanfaat. (SNR)

 

komentar
tentang kami
Teknovaganza.id merupakan media online yang menyajikan informasi terbaru dan terkini seputar dunia teknologi dalam negeri maupun mancanegara. Penyampaian yang ringan dengan konten yang berisi menjadikan Teknovaganza.id pilihan pembaca yang paling diminati.
hubungi kami
Alamat : Jl. Kalibaru Timur I No.27 Kalibaru, Cilincing, Jakut
Email : redaksi@teknovaganza.id
Telepon : 021- 440 7211
mitra kami
COPYRIGHT © 2016 - Teknovaganza.id