MENU
teknovaganza.id
Tech News
Metode Permainan Kembali Dimanfaatkan Peneliti Untuk Melatih AI Meresepon Permasalah Pada Situasi Tertentu

Metode Permainan Kembali Dimanfaatkan Peneliti Untuk Melatih AI Meresepon Permasalah Pada Situasi Tertentu

  664

Sebelumnya DeepMind, divisi AI milik Google sempat dilaporkan mengembangkan dan melatih teknologinya melalui permainan agar dapat merekam memori. Kini, langkah serupa juga dilakukan oleh sebuah kelompok peneliti yang salah satunya merupakan anggota ilmuwan Microsoft. Diberitakan melalui Digital Trends, metode permainan tersebut juga dipilih pihaknya untuk dapat melatih teknologi Artificial Intelligence (AI) agar mampu mengatasi permasalahan kompleks yang sering dihadapi dan ditangani oleh manusia. 

Pada kesempatan terdahulu, para peneliti biasanya melakukan pelatihan terhadap AI dengan memanfaatkan data yang berasal dari ruang lingkup virtual. Kali ini, anggota ilmuwan Microsoft yang dilaporkan berasal dari Inggris tersebut mengubah metode yang selama ini dilakukan dengan pelatihan penyelesaian permainan. Terkait hal ini, Atari 2600 menjadi permainan berulang pilihan para tim peneliti untuk menyajikan data sebenarnya pada sistem deep learning melalui percobaan, perulangan kesalahan, dan juga Reinforcement Learning untuk dapat mengatasi permasalahan di situasi tertentu.

Tidak hanya itu, pada penelitian kali ini AI dilatih untuk dapat menyelesaikan 5 permainan selama kurang lebih 45 jam, yaitu Video Pinball, Qbert, Space Invaders, Ms. Pac-Man, dan Montezuma’s Revenge. Sementara untuk hasilnya sendiri dilaporkan cukup menjanjikan. Sebelum permainan dimulai, para peneliti memberikan informasi pada sistem tersebut terkait langkah apa yang harus dilakukan selama permainan, hadiah yang akan didapat, dan bahkan skor. Kedepannya, peneliti juga berharap dapat memanfaatkan pemain professional untuk meningkatkan kemampuan data dalam melatih AI merespon situasi tertentu. (SNR)

 

komentar