MENU
teknovaganza.id
Tech News
Peneliti Ini Manfaatkan Data Satelit Untuk Memonitor dan Meminimalisir Terjadinya Bencana Alam Tanah Longsor
Photo Credit/Phys.org

Peneliti Ini Manfaatkan Data Satelit Untuk Memonitor dan Meminimalisir Terjadinya Bencana Alam Tanah Longsor

  311

Bencana alam menjadi salah satu hal yang sangat spontan. Baik masyarakat ataupun pemerintah dunia ataupun daerah tertentu hingga saat ini masih belum menemukan metode yang cepat dalam meminimalisir terjadinya hal tersebut. Bukan tanpa alasan, meskipun terdapat banyak ahli yang berupaya untuk memantau perkembangan alam semesta kenyataannya alam tetaplah alam dan bahkan dapat lebih kuat dari pada manusia sendiri. 

Beberapa saat yang lalu telah terjadi tanah longsor di Provinsi Sichuan, Tiongkok. Kejadian tersebut secara otomatis menonaktifkan kehidupan masyarakat Desa Xinmo yang berlokasi tidak jauh dari tempat kejadian. Selang 3 hari setelahnya, sebanyak 2 kali tanah longsor kembali menghantam daerah yang sama sejauh 20 km. Terkait hal ini, para peneliti yang diwakilkan oleh Profesor Zehnghong dari Universitas Newcastle tengah mengembangkan sebuah projek yang bertujuan untuk dapat memonitor kemungkinan terjadinya bencana alam serupa.

Seperti diketahui melalui Engadget, para peneliti tersebut memanfaatkan data yang diperoleh dari satelit untuk dapat memperkirakan terjadinya tanah longsor, sekaligus mengidentifikasi sumber dan besaran jangkauannya. Menurut Zehnghong metode ini sangatlah efektif. Ya, saat dirinya dan tim peneliti lain memantau tanah longsor yang terjadi di daerah Maoxian, pihaknya juga menemukan 10 kemungkinan terjadinya tanah longsor aktif serupa yang juga dapat terjadi di daerah yang sama.

Kabar baiknya, melalui teknik ini pihaknya dapat dengan mudah melaporkan informasi kemungkinan terjadinya bencana alam pada isntansi terkait. Tidak hanya itu, penemuan lain yang didapatkan oleh tim peneliti adalah fakta bahwa ternyata tanah di daerah setempat telah mulai bergelincir bahkan sejak 6 bulan sebelum terjadinya tanah lonsor. Hal ini tentu saja dapat sangat mendukung kinerja pemerintah daerah setempat untuk dapat lebih waspada dalam meminimalisir kemungkinan terjadinya bencana alam serupa. 

Sementara itu, untuk dapat menjalankan projek ini para peneliti diketahui memanfaatkan data gambar yang diperoleh melalui satelit Sentinel – 1 ESA. Dari data tersebut, peneliti dapat mengetahui penampakan situasi sebelum dan sesudah terjadinya tanah longsor. Selain itu, kedepannya hasil penelitian yang telah dipaparkan pada simposium Dragon-4 di Copenhagen ini sendiri diharapkan mampu meminimalisir kemungkinan terjadinya bencana alam serupa dikemudian hari. (SNR)

 

komentar
tentang kami
Teknovaganza.id merupakan media online yang menyajikan informasi terbaru dan terkini seputar dunia teknologi dalam negeri maupun mancanegara. Penyampaian yang ringan dengan konten yang berisi menjadikan Teknovaganza.id pilihan pembaca yang paling diminati.
hubungi kami
Alamat : Jl. Kalibaru Timur I No.27 Kalibaru, Cilincing, Jakut
Email : redaksi@teknovaganza.id
Telepon : 021- 440 7211
mitra kami
COPYRIGHT © 2016 - Teknovaganza.id