MENU
teknovaganza.id
Tech News
Wannacrypt Menyebar, Penipuan Justru Makin Berkembang?

Wannacrypt Menyebar, Penipuan Justru Makin Berkembang?

  690

Beberapa hari yang lalu, dunia disibukan oleh pihak tidak bertanggung jawab yang melancarkan serangan siber secara global terhadap situs penting institusi pemerintah di hampir 99 negara. Tanpa diprediksi, Indonesia menjadi salah satu negara yang ikut kualahan menangani hal ini. Pasalnya, penyerang terkait seperti diketahui melalui laporan resmi Kemenkominfo, Jum’at 13 Mei 2017 lalu berhasil memblokir 2 situs penting Tanah Air, RS Harapan Kita dan RS Darmais. 

Terkait kejadian ini, sontak pengguna teknologi baik atas nama pemerintah, perusahaan swasta, atau bahkan individu tentu saja cukup merasa khawatir. Bagaimana tidak? Serangan siber yang berjenis Ransomware Wannacrypt tersebut dilaporkan mampu memblokir data pada komputer terinfeksi yang sehingga tidak dapat diakses kembali. Sayangnya, “bak menari di atas penderitaan orang lain”, muncul kembali pihak tidak bertanggung jawab yang begitu percaya diri memanfaatkan momen ini. 

Penyerangan Ransomeware Wannacrypt sendiri diketahui melalui Digital Trends saat ini menularkan infeksi pada komputer dengan sistem operasi Windows yang belum dilengkapi dengan Security Patches atau fitur keamanan terkini, MS17-010. Setelah berhasil menginfeksi, sang teroris siber mampu memblokir data – data penting (dalam hal ini milik institusi pemerintah) yang cukup sulit untuk ditelusuri kembali.

Data pada komputer yang terinfeksi dapat diketahui melalui tanda notifikasi bertuliskan “WNCRY”. Menurut kabar yang beredar, penyerang tak bertanggung jawab tersebut menawarkan negosiasi terkait pengembalian data yang terblokir. Biaya sejumlah antara 300 – 600 US Dollar ditawarkan sang teroris siber untuk proses barter tersebut. Yang sangat disayangkan, momen penyerangan siber massal ini nampaknya menimbulkan gelora “tidak bertanggung jawab baru” oleh pihak lainnya. 

Penipuan baru mulai bermunculan dan berkembang. Ya, diberitakan melalui Engadget, beberapa pihak melaporkan bahwa telah ada pemberitahuan palsu yang mengklaim bahwa komputer milik mereka telah terinfeksi atau diretas. Penipuan tersebut menggiring korban pada nomor telepon bebas pulsa yang berperan layaknya layanan bantuan. Bahkan terdapat pula tampilan hitungan mundur yang mendorong korban apabila tidak segera menelepon nomor bantuan maka data komputer akan hilang selamanya. 

Bagi pengguna yang tidak terlalu paham teknologi, pihaknya mungkin saja akan segera menghubungi layanan bantuan palsu tersebut untuk bisa mengembalikan data penting mereka. Sebagai imbalannya, korban harus membayar sejumlah biaya agar sistem komputer miliknya kembali aman. Terkait hal ini, FTC selaku badan pemerintah Amerika Serikat mengaku saat ini tengah berupaya untuk dapat meredam tindak penipuan lainnya. 

Penyerangan siber massal ini sendiri sejatinya memang cukup mengkhawatirkan. Namun, bukan berarti kita sebagai pengguna teknologi harus selalu diliputi rasa cemas terkait penyerangan tersebut. Pencegahan masih bisa dilakukan, dan ada baiknya bila dimulai dari diri Anda sendiri. Jika Anda cukup aktif dalam dunia teknologi, jaringan internet, dan bahkan memiliki data penting yang krusial baik atas nama perusahaan atau diri sendiri biasakan untuk selalu memperbarui fitur keamanan perangkat Anda secara berkala. (SNR)

 

komentar
tentang kami
Teknovaganza.id merupakan media online yang menyajikan informasi terbaru dan terkini seputar dunia teknologi dalam negeri maupun mancanegara. Penyampaian yang ringan dengan konten yang berisi menjadikan Teknovaganza.id pilihan pembaca yang paling diminati.
hubungi kami
Alamat : Jl. Kalibaru Timur I No.27 Kalibaru, Cilincing, Jakut
Email : redaksi@teknovaganza.id
Telepon : 021- 440 7211
mitra kami
COPYRIGHT © 2016 - Teknovaganza.id